Bagaimana Cara Menilai Backlink yang Bagus?

By basudewo 19 Jan 2026, 07:38:10 WIB Teknologi

Menilai kualitas sebuah tautan eksternal mirip dengan menilai mutu sebuah rekomendasi. Bukan hanya tentang siapa yang memberi rekomendasi, tetapi juga konteks, niat, dan nilai yang dibawanya. Berikut adalah parameter objektif yang dapat Anda gunakan.

Kualitas Sumber sebagai Fondasi Utama

Authority domain sumber adalah indikator pertama. Sebuah pranala dari situs dengan otoritas tinggi seperti lembaga pemerintah, pendidikan (.ac.id), atau media terkemuka memiliki dampak signifikan. Otoritas ini mencerminkan kepercayaan yang telah dibangun bertahun-tahun.

Traffic organik situs sumber juga patut dipertimbangkan. Sebuah website yang benar-benar dikunjungi manusia (bukan sekadar domain parkir) memberikan sinyal kualitas berbeda. Tautan dari sana berpotensi mendatangkan pembaca nyata, bukan hanya nilai teknis semata.

Relevansi Topik yang Kontekstual

Sumber tautan harus memiliki kaitan topik dengan bidang Anda. Sebuah pranala dari blog marketing menuju situs jasa konsultan bisnis sangatlah masuk akal. Sebaliknya, tautan dari situs otomotif ke blog kuliner terasa dipaksakan dan kurang bernilai.

Relevansi ini juga terlihat dari konteks konten di sekitar tautal. Apakah pranala Anda ditempatkan dalam artikel yang membahas topik serupa? Semakin dalam koneksi topiknya, semakin alamiah tautan tersebut di mata mesin pencari.

Kualitas dan Naturalitas Penempatan

Perhatikan lokasi tautan di halaman tersebut. Penempatan terbaik adalah di dalam tubuh konten utama, dikelilingi oleh paragraf yang informatif. Ini menandakan bahwa pemilik situs sengaja menambahkan rujukan untuk memperkaya pembahasan.

Teks jangkar (anchor text) yang digunakan harus terdengar natural. Frasa deskriptif seperti "menurut penelitian terbaru tentang pola konsumsi" lebih baik daripada "sumber bagus" atau "klik di sini". Variasi anchor text dari berbagai sumber juga menandakan profil yang sehat.

Kredibilitas dan Riwayat Domain

Periksa sejarah dan reputasi domain sumber. Sebuah situs yang telah aktif selama bertahun-tahun dengan konten konsisten biasanya lebih dipercaya. Hindari domain yang baru dibuat hanya untuk tujuan menampung tautan keluar.

Perhatikan juga profil tautan keluar dari situs tersebut. Jika sebuah halaman memiliki ratusan pranala keluar, nilai setiap tautan individual menjadi kecil. Situs yang selektif dalam menautkan keluar justru memberikan nilai lebih besar.

Potensi Traffic dan Engagement

Sebuah tautan berkualitas harus memiliki potensi mendatangkan pengunjung. Nilailah apakah konten di sekitarnya menarik bagi manusia. Sebuah pranala dalam artikel populer yang banyak dikomentari memiliki nilai ganda: sinyal otoritas dan potensi traffic rujukan.

Pertimbangkan juga audiens dari sumber tersebut. Apakah mereka cocok dengan target pasar Anda? Sebuah tautan dari niche khusus yang tepat sasaran seringkali lebih berharga daripada dari situs umum dengan traffic besar tapi tidak tertarget.

Kesimpulan

Menilai kualitas yang dimiliki backlink ac id berkualitas memerlukan pendekatan holistik. Pertimbangkan otoritas sumber, relevansi topik, naturalitas penempatan, riwayat domain, dan potensi traffic. Dengan mengutamakan parameter ini, Anda akan membangun profil tautan yang kuat, alami, dan tahan terhadap perubahan algoritma.

FAQ

T: Apakah DA/PA (Domain Authority/Page Authority) dari Moz masih relevan sebagai patokan?
T: Metrik tersebut bisa menjadi acuan awal, tetapi jangan jadikan satu-satunya patokan. Lebih penting melihat kualitas traffic, relevansi, dan naturalitas penempatan secara langsung.

T: Bagaimana menilai backlink dari situs berita?
T: Tautan dari media berita terpercaya umumnya sangat bernilai, karena memiliki otoritas tinggi dan lalu lintas besar. Perhatikan penempatannya—apakah di dalam berita utama atau sekadar di halaman arsip.

T: Apakah backlink dari situs yang sama berulang kali masih efektif?
T: Beberapa tautan dari domain yang sama masih bermanfaat selama berasal dari halaman yang berbeda dengan topik beragam, dan polanya terlihat natural seperti perkembangan organik.

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment


Principal

Kepala Puskesmas
Ns. FITRI SHOLIKAH, S.ST

Artikel Terpopuler